Hydrogel adalah penemuan terbaru yang menarik untuk mempermudah sistem pertanian hidroponik. Kristal-kristal polimer ini bisa dijadikan media tanam yang praktis karena sifatnya yang mampu menyerap air, sehingga pekebun akan dibebaskan dari rutinitas menyiram tanaman, selain itu dengan keanekaragaman warnanya bisa memperbaiki penampilan tanaman secara keseluruhan, karena bisa disesuaikan dengan selera dan diselaraskan dengan warna tanaman. Hal ini dapat menciptakan keindahan dan keasrian tanaman hias yang ditempatkan di ruang tamu atau di ruang kantor.

 

 

Selain sebagai media tanam bagi tanaman hias, hidrogel juga cocok untuk perkebunan dan hutan tanaman industri. Hidrogel digunakan sebagai campuran untuk menyempurnakan tanah. Jeli dari hidrogel lazim pula digunakan untuk budidaya jamur shiitake. Selain itu gel ini berguna bagi pertanian di kota-kota besar yang lahannya sempit serta kualitas tanahnya jelek. Sedikit tanah, diberi campuran hidrogel dan pupuk, bisa menjadi media yang baik untuk berkebun. Menurut ensiklopedia Wikipedia, hydrogel adalah suatu jaringan rantai-rantai polimer yang mudah menyerap air, hidrogel adalah polimer penyerap super (superabsorbent), ia dapat mengandung air hingga 99%. Hidrogel adalah kristal-kristal pengisap air, mampu menyerap air 600 kali dari bobotnya. Kristal-kristal ini tampak seperti butiran-butiran kecil kwarsa sebelum jenuh dengan air, dan mirip cabikan jeli jernih bila air ditambahkan.

Bahan-bahan pembentuk hydrogel biasanya terdiri dari polyvinyl alcohol, natrium polyacrylate, polimer-polimer acrylate lainnya dan ko-polimer dengan kelompok hydrophilic (pengikat air) yang melimpah. Pada awalnya hidrogel digunakan untuk diaper sekali pakai dimana ia dapat “menangkap” urin, untuk handuk-handuk kesehatan, lensa-lensa kontak (hidrogel silikon, polyacrylamides), elektroda-elektroda medis (polyethylene oxide, polyAMPS dan polyvinylpyrrolidone). Juga digunakan untuk operasi payudara, pembalut luka bakar, wadah obat-obat ionis, dan butiran untuk mempertahankan kandungan air tanah di kawasan tandus.


HIDROGEL atau dikenal juga sebagai polimer penyerap super (super-absorbing polymer --SAP) juga terbukti  mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman.

 

Produk hidrogel terbaru ini dikembangkan oleh seorang insinyur polimer dari Universitas Waseda, Jepang, Prof. Yuichi Mori. SAP jenis baru ini dinamakan ‘Sky Gel’, dan  secara meluas telah digunakan untuk taman-taman atap, rehabilitasi hutan, kultur jaringan, hidroponik dan aeroponik.

 

“Sky Gel memiliki sifat menahan air yang sempurna, dan dalam eksperimen dengan tanaman radish dan mentimun menunjukkan gel ini secara terus menerus meningkatkan ujung tumbuh dan perakaran. Ketika Sky Gel diaplikasikan pada zona akar, zat ini mampu menahan kadar air dan secara lambat melepaskannya ke tanaman yang sedang tumbuh. Sky Gel berada di balik keberhasilan proyek stabilisasi kemiringan bukit-bukit di Gunung Fuji, dan mampu menghentikan lajunya gurun pasir. Mampu menahan erosi angin dan menstabilkan bukit-bukit pasir,” terang Prof. Mori.

SAP konvensional (jalinan silang sodium polyacrylate) memiliki kemampuan menyerap air dengan sempurna (hingga 200 ml air

per gram SAP), dan sangat dipercaya dalam menjaga tumbuhan dalam penyerapan airnya. “Kunci Sky Gel ada pada sifat pertukaran ionnya – yaitu penyerapan ion kalsium, yang penting untuk tanaman tumbuh serta pelepasan ion natrium, yang berbahaya bagi tumbuhan,” tegas Prof. Mori. Bila SAP ditambahkan di atas konsentrasi kritis (di atas 0,1 volume persen) pada tanah, tumbuhan bisa kekurangan perkecambahan dan hambatan untuk tumbuh. “Kami mensintesa Sky Gel dengan secara parsial menggantikan kelompok natrium acrylate SAP dengan kalsium acrylate dan kelompok asam acrylic.