Sering ada pertanyaan yang masuk ke inbox email dan hp saya yang menanyakan tentang bunga kaktus dan euphorbia, apakah kedua bunga ini bisa ditanam pada hidrogel?

kaktus
Euphorbia

Entah mengapa kedua bunga ini paling banyak ditanyakan orang sehubungan dengan hdrogel. Mungkin karena penggemar kedua bunga ini relatif cukup banyak dibandingkan bunga – bunga yang lain.
Kedua bunga ini mempunyai karakteristik yang relatif sama. Keduanya merupakan bunga gurun pasir yang panas dan kering, bahkan euphorbia sering disebut sebagai “mawar gurun”. Sehingga kebutuhan akan air sangat sedikit, bahkan cenderung “alergi” terhadap genangan air.
Sementara karakteristik hidrogel adalah cenderung basah, walaupun dengan penirisan yang baik, kondisinya bisa nyaris kering, tetapi tetap saja “mengandung” banyak air.
Dengan dua kondisi yang kontras tersebut, jelas sekali kaktus dan euphorbia tidak bisa ditanam pada media hidrogel secara langsung. Yang bisa dilakukan adalah menjadikan hidrogel sebagai campuran media tanam bersama tanah, pupuk atau kompos yang akan ditanam bunga kaktus atau euphorbia. Sebagai campuran media tanam, fungsi hidrogel hanyalah sebagai media penyimpan air agar ketersediaan air bagi tanaman terjamin walaupun tidak disiram dalam jangka waktu yang lama.
Satu lagi jenis tanaman yang jelas tidak bisa ditanam pada media hidrogel karena karakteristiknya sama dengan kaktus dan euphorbia adalah adenium atau kamboja jepang.

adenium

Beberapa hari ini ada sejumlah sms masuk yang menawarkan hidrogel dengan harga murah, dicantumkan juga nomor rekeningyang bisa digunakan untuk transfer pembelian hidrogel.

Tetapi sayangnya, pengirim sms tersebut sama sekali tidak menunjukkan identitas nama ataupun alamat yang bisa dihubungiatau apapun yang bisa menunjukkan identitas. Untuk itu kami harapkan anda hati – hati, setiap kali melakukan transaksi,pastikan dulu kebenaran atas informasi yang anda terima.

Jika anda menerima sms yang mengatakan itu sms dari kami, silahkan kontak kami melalui nomor yang ada. Yang perludiketahui, kami sama sekali tidak pernah mengirim sms promosi atau email promosi (spam) ke siapapun. Jika kami mengirimsms atau email, hal tersebut dimaksudkan untuk menjawab sms atau email yang masuk ke inbox kami.

Ditengarai bahwa pengiriman sms yang menginformasikan tentang hidrogel murah tersebut adalah bentuk model penipuan barudengan memanfaatkan nomor kontak telpon yang ada di blog ini, bagi reseller/agen yang tercantum di blog ini, harap hati- hati menerima apapun bentuk sms tersebut, pastikan terlebih dahulu kebenarannya sebelum melakukan transaksi.

Semua bentuk transaksi online adalah mengandalkan faktor kepercayaan antara penjual dan pembeli, karena rata – rata antara penjual dan pembeli hampir tidak pernah kenal dan bertemu muka. Hal ini dimanfaatkan oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencoba mengambil manfaat dari kondisi ini untuk mengambil keuntungan pribadi tanpa memikirkan perasaan orang yang ditipunya.

Sekali lagi, kami ingatkan kepada anda agar berhati – hati dalam setiap transaksi, jangan hanya tergiur harga murah tetapi anda akan kecewa karena barang tidak dikirim ke alamat anda. Silahkan kontak kami jika anda ada pertanyaan atau apapun tentang hidrogel.

Media tanam merupakan komponen utama ketika akan bercocok tanam. Media tanam yang akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin ditanam. Menentukan media tanam yang tepat dan standar untuk jenis tanaman yang berbeda habitat asalnya merupakan hal yang sulit. Hal ini dikarenakan setiap daerah memiliki kelembapan dan kecepatan angin yang berbeda. Secara umum, media tanam harus dapat menjaga kelembapan daerah sekitar akar, menyediakan cukup udara, dan dapat menahan ketersediaan unsur hara.

Jenis media tanam yang digunakan pada setiap daerah tidak selalu sama. Di Asia Tenggara, misalnya, sejak tahun 1940 menggunakan media tanam berupa pecahan batu bata, arang, sabut kelapa, kulit kelapa, atau batang pakis. Bahan-bahan tersebut juga tidak hanya digunakan secara tunggal, tetapi bisa dikombinasikan antara bahan satu dengan lainnya.
Misalnya, pakis dan arang dicampur dengan perbandingan tertentu hingga menjadi media tanam baru. Pakis juga bisa dicampur dengan pecahan batu bata.

Untuk mendapatkan media tanam yang baik dan sesuai dengan jenis tanaman yang akan ditanam, seorang hobiis harus memiliki pemahaman mengenai karakteristik media tanam yang mungkin berbeda-beda dari setiap jenisnya. 8erdasarkan jenis bahan penyusunnya, media tanam dibedakan menjadi bahan organik dan anorganik.

A. Bahan Organik

Media tanam yang termasuk dalam kategori bahan organik umumnya berasal dari komponen organisme hidup, misalnya bagian dari tanaman seperti daun, batang, bunga, buah, atau kulit kayu. Penggunaan bahan organik sebagai media tanam jauh lebih unggul dibandingkan dengan bahan anorganik. Hal itu dikarenakan bahan organik sudah mampu menyediakan unsur-unsur hara bagi tanaman. Selain itu, bahan organik juga memiliki pori-pori makro dan mikro yang hampir seimbang sehingga sirkulasi udara yang dihasilkan cukup baik serta memiliki daya serap air yang tinggi.

Bahan organik akan mengalami proses pelapukan atau dekomposisi yang dilakukan oleh mikroorganisme. Melalui proses tersebut, akan dihasilkan karbondioksida (CO2), air(H2O), dan mineral. Mineral yang dihasilkan merupakan sumber unsur hara yang dapat diserap tanaman sebagai zat makanan. Namun, proses dekomposisi yang terlalu cepat dapat memicu kemunculan bibit penyakit. Untuk menghindarinya, media tanam harus sering diganti. Oleh karena itu, penambahan unsur hara sebaiknya harus tetap diberikan sebelum bahan media tanam tersebut mengalami dekomposisi.

8eberapa jenis bahan organik yang dapat dijadikan sebagai media tanam di antaranya arang, cacahan pakis, kompos, mosS, sabut kelapa, pupuk kandang, dan humus.

1. Arang

Arang bisa berasal dari kayu atau batok kelapa. Media tanam ini sangat coeok digunakan untuk tanaman anggrek di daerah dengan kelembapan tinggi. Hal itu dikarenakan arang kurang mampu mengikat air dalam )umlah banyak. Keunikan dari media jenis arang adalah sifatnya yang bufer (penyangga). Dengan demikian, jika terjadi kekeliruan dalam pemberian unsur hara yang terkandung di dalam pupuk bisa segera dinetralisir dan diadaptasikan.

Selain itu, bahan media ini juga tidak mudah lapuk sehingga sulit ditumbuhi jamur atau eendawan yang dapat merugikan tanaman. Namun, media arang eenderung miskin akan unsur hara. Oleh karenanya, ke dalam media tanam ini perlu disuplai unsur hara berupa aplikasi pemupukan.

Sebelum digunakan sebagai media tanam, idealnya arang dipeeah menjadi potongan-potongan keeil terlebih dahulu sehingga memudahkan dalam penempatan di dalam pot. Ukuran peeahan arang ini sangat bergantung pada wadah yang digunakan untuk menanam serta jenis tanaman yang akan ditanam. Untuk mengisi wadah yang memiliki diameter 15 em atau lebih, umumnya digunakan peeahan arang yang berukuran panjang 3 em, lebar 2-3 em, dengan ketebalan 2-3 em. Untuk wadah (pot) yang lebih keeil, ukuran peeahan arang juga harus lebih kecil.

2. Batang Pakis
Berdasarkan warnanya, batang pakis dibedakan menjadi 2, yaitu batang pakis hitam dan batang pakis coklat. Dari kedua jenis tersebut, batang pakis hitam lebih umum digunakan sebagai media tanam. Batang pakis hitam berasal dari tanaman pakis yang sudah tua sehingga lebih kering. Selain itu, batang pakis ini pun mudah dibentuk menjadi potongan kecil dan dikenal sebagai cacahan pakis.

Selain dalam bentuk cacahan, batang pakis juga banyak dijual sebagai media tanam siap pakai dalam bentuk lempengan persegi empat. Umumnya, bentuk lempengan pakis digunakan sebagai media tanam anggrek. Kelemahan dari lempengan batang pakis ini adalah sering dihuni oleh semut atau binatang-binatang kecillainnya.

Karakteristik yang menjadi keunggulan media batang pakis lebih dikarenakan sifat-sifatnya yang mudah mengikat air, memiliki aerasi dan drainase yang baik, serta bertekstur lunak sehingga mudah ditembus oleh akar tanaman.

3. Kompos
Kompos merupakan media tanam organik yang bahan dasarnya berasal dari proses fermentasi tanaman atau limbah organik, seperti jerami, sekam, daun, rumput, dan sampah kota. Kelebihan dari penggunaan kompos sebagai media tanam adalah sifatnya yang mampu mengembalikan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat-sifat tanah, baik fisik, kimiawi, maupun biologis. Selain itu, kompos juga menjadi fasilitator dalam penyerapan unsur nitrogen (N) yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.

Kandungan bahan organik yang tinggi dalam kompos sangat penting untuk memperbaiki kondisi tanah. Berdasarkan hal tersebut dikenal 2 peranan kompos yakni soil conditioner dan soil ameliorator. Soil ( ondotioner yaitu peranan kompos dalam memperbaiki struktur tanah, terutama tanah kering, sedangkan soil ameliorator berfungsi dalam Il1emperbaiki kemampuan tukar kation pada tanah.

Kompos yang baik untuk digunakan sebagai media tanam yaitu Ydng telah mengalami pelapukan secara sempurna, ditandai dengan I IL,rubahan warna dari bahan pembentuknya (hitam kecokelatan), tidak berbau, memiliki kadar air yang rendah, dan memiliki suhu ruang.

4. Moss
Moss yang dijadikan sebagai media tanam berasal dari akar paku-pakuan, atau kadaka yang banyak dijumpai di hutan-hutan. Moss sering digunakan sebagai media tanam untuk masa penyemaian sampai dengan masa pembungaan. Media ini mempunyai banyak rongga sehingga memungkinkan akar tanaman tumbuh dan berkembang dengan leluasa.

Menurut sifatnya, media moss mampu mengikat air dengan baik serta memiliki sistem drainase dan aerasi yang lancar. Untuk hasil tanaman yang optimal, sebaiknya moss dikombinasikan dengan media tanam organik lainnya, seperti kulit kayu, tanah gambut, atau daun-daunan kering.

S. Pupuk kandang
Pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan disebut sebagai pupuk kandang. Kandungan unsur haranya yang lengkap seperti natrium (N), fosfor (P), dan kalium (K) membuat pupuk kandang cocok untuk dijadikan sebagai media tanam. Unsur-unsur tersebut penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain itu, pupuk kandang memiliki kandungan mikroorganisme yang diyakini mampu merombak bahan organik yang sulit dicerna tanaman menjadi komponen yang lebih mudah untuk diserap oleh tanaman.

Komposisi kandungan unsur hara pupuk kandang sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jenis hewan, umur hewan, keadaan hewan, jenis makanan, bahan hamparan yang dipakai, perlakuan, serta penyimpanan sebelum diaplikasikan sebagai media tanam.

Pupuk kandang yang akan digunakan sebagai media tanam harus yang sudah matang dan steril. Hal itu ditandai dengan warna pupuk yang hitam pekat. Pemilihan pupuk kandang yang sudah matang bertujuan untuk mencegah munculnya bakteri atau cendawan yang dapat merusak tanaman.

6. Sabut kelapa (coco peat)
Sabut kelapa atau coco peat merupakan bahan organik alternatif yang dapat digunakan sebagai media tanam. Sabut kelapa untuk media tanam ,I ‘iJdiknya berasal dari buah kelapa tua karena memiliki serat yang kuat.

Penggunaan sabut kelapa sebagai media tanam sebaiknya dilakukan di daerah yang bercurah hujan rendah. Air hujan yang berlebihan dapat menyebabkan media tanam ini mudah lapuk. Selain itu, tanaman pun menjadi cepat membusuk sehingga bisa menjadi sumber penyakit. Untuk mengatasi pembusukan, sabut kelapa perlu direndam terlebih dahulu di dalam larutan fungisida. Jika dibandingkan dengan media lain, pemberian fungisida pada media sabut kelapa harus lebih sering dilakukan karena
sifatya yang cepat lapuk sehingga mudah ditumbuhi jamur.

Kelebihan sabut kelapa sebagai media tanam lebih dikarenakan karakteristiknya yang mampu mengikat dan menyimpan air dengan
kuat, sesuai untuk daerah panas, dan mengandung unsur-unsur hara esensial, seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), natrium (N), dan fosfor (P).

7. Sekam padi
Sekam padi adalah kulit biji padi (Oryza sativa) yang sudah digiling. Sekam padi yang biasa digunakan bisa berupa sekam bakar atau sekam mentah (tidak dibakar). Sekam bakar dan sekam mentah memiliki tingkat porositas yang sama. Sebagai media tanam, keduanya berperan penting dalam perbaikan struktur tanah sehingga sistem aerasi dan drainase di media tanam menjadi lebih baik.

Penggunaan sekam bakar untuk media tanam tidak perlu disterilisasi lagi karena mikroba patogen telah mati selama proses pembakaran. Selain itu, sekam bakar juga memiliki kandungan karbon (C) yang tinggi sehingga membuat media tanam ini menjadi gembur, Namun, sekam bakar cenderung mudah lapuk.

Sementara kelebihan sekam mentah sebagai media tanam yaitu mudah mengikat air, tidak mudah lapuk, merupakan sumber kalium (K) yang dibutuhkan tanaman, dan tidak mudah menggumpal atau memadat sehingga akar tanaman dapat tumbuh dengan sempurna. Namun, sekam padi mentah cenderung miskin akan unsur hara.

8. Humus
Humus adalah segala macam hasil pelapukan bahan organik oleh Jasad mikro dan merupakan sumber energi jasad mikro tersebut. Bahanbahan organik tersebut bisa berupa jaringan asli tubuh tumbuhan atau binatang mati yang belum lapuk. Biasanya, humus berwarna gelap dan ciijumpai terutama pada lapisan atas tanah (top soil)

Humus sangat membantu dalam proses penggemburan tanah. dan memiliki kemampuan daya tukar ion yang tinggi sehingga bisa
menyimpan unsur hara. Oleh karenanya, dapat menunjang kesuburan tanah, Namun, media tanam ini mudah ditumbuhi jamur, terlebih ketika tl’rjadi perubahan suhu, kelembapan, dan aerasi yang ekstrim. Humus Juga memiliki tingkat porousitas yang rendah sehingga akar tanaman tidak mampu menyerap air, Dengan demikian, sebaiknya penggunaan humus sebagai media tanam perlu ditambahkan media lain yang memiliki porousitas tinggi, misalnya tanah dan pasir.

B. Bahan Anorganik

Bahan anorganik adalah bahan dengan kandungan unsur mineral tinggi yang berasal dari proses pelapukan batuan induk di dalam bumi. Proses pelapukan tersebut diakibatkan o/eh berbagai hal, yaitu pelapukan secara fisik, biologi-mekanik, dan kimiawi.
Berdasarkan bentuk dan ukurannya, mineral yang berasal dari pelapukan batuan induk dapat digolongkan menjadi 4 bentuk, yaitu kerikil atau batu-batuan (berukuran lebih dari 2 mm), pasir (berukuran 50 /-1- 2 mm), debu (berukuran 2-50u), dan tanah liat (berukuran kurang dari 2ju. Selain itu, bahan anorganik juga bisa berasal dari bahan-bahan sintetis atau kimia yang dibuat di pabrik. Beberapa media anorganik yang sering dijadikan sebagai media tanam yaitu gel, pasir, kerikil, pecahan batu bata, spons, tanah liat, vermikulit, dan perlit.

1. Gel

Gel atau hidrogel adalah kristal-kristal polimer yang sering digunakan sebagai media tanam bagi tanaman hidroponik. Penggunaan media jenis ini sangat praktis dan efisien karena tidak perlu repot-repot untuk mengganti dengan yang baru, menyiram, atau memupuk. Selain itu, media tanam ini juga memiliki keanekaragaman warna sehingga pemilihannya dapat disesuaikan dengan selera dan warna tanaman. Oleh karenanya, hal tersebut akan menciptakan keindahan dan keasrian tanaman hias yang diletakkan di ruang tamu atau ruang kerja.

Hampir semua jenis tanaman hias indoor bisa ditanam dalam media ini, misalnya philodendron dan anthurium. Namun, gel tidak eaeak untuk tanaman hias berakar keras, seperti adenium atau tanaman hias bonsai. Hal itu bukan dikarenakan ketidakmampuan gel dalam memasok kebutuhan air, tetapi lebih dikarenakan pertumbuhan akar tanaman yang mengeras sehingga bisa membuat vas pecah. Sebagian besar nursery lebih memilih gel sebagai pengganti tanah untuk pengangkutan tanaman dalam jarak jauh. Tujuannya agar kelembapan tanaman tetap terjaga.

Keunggulan lain dari gel yaitu tetap cantik meskipun bersanding dengan media lain. Di Jepang gel digunakan sebagai komponen terarium bersama dengan pasir. Gel yang berwarna-warni dapat memberi kesan hidup pada taman miniatur tersebut.

2. Pasir

Pasir sering digunakan sebagai media tanam alternatif untuk menggantikan fungsi tanah. Sejauh ini, pasir dianggap memadai dan sesuai jika digunakan sebagai media untuk penyemaian benih, pertumbuhan bibit tanaman, dan perakaran setek batang tanaman. Sifatnya yang cepat kering akan memudahkan proses pengangkatan bibit tanaman yang dianggap sudah cukup umur untuk dipindahkan ke media lain. Sementara bobot pasir yang cukup berat akan mempermudah tegaknya setek batang. Selain itu, keunggulan media tanam pasir adalah kemudahan dalam penggunaan dan dapat meningkatkan sistem aerasi serta drainase media tanam. Pasir malang dan pasir bangunan merupakan Jenis pasir yang sering digunakan sebagai media tanam.

Oleh karena memiliki pori-pori berukuran besar (pori-pori makro) maka pasir menjadi mudah basah dan cepat kering oleh proses penguapan. Kohesi dan konsistensi (ketahanan terhadap proses :o ::misahan) pasir sangat kecil sehingga mudah terkikis oleh air atau ~’lgin. Dengan demikian, media pasir lebih membutuhkan pengairan dan ::emupukan yang lebih intensif. Hal tersebut yang menyebabkan pasir jarang digunakan sebagai media tanam secara tunggal.

Penggunaan pasir seoagai media tanam sering dikombinasikan dengan campuran bahan anorganik lain, seperti kerikil, batu-batuan, atau bahan organik yang disesuaikan dengan jenis tanaman.

Pasir pantai atau semua pasir yang berasal dari daerah yang
bersersalinitas tinggi merupakan jenis pasir yang harus dihindari untuk :gunakan sebagai media tanam, kendati pasir tersebut sudah dicuci :erlebih dahulu. Kadar garam yang tinggi pada media tanam dapat ,enyebabkan tanaman menjadi merana. Selain itu, organ-organ tanaman, seperti akar dan daun, juga memperlihatkan gejala terbakar yang selanjutnya mengakibatkan kematian jaringan (nekrosis).

3. Kerikil

Pada dasarnya, penggunaaan kerikil sebagai media tanam memang :idakjauh berbeda dengan pasir. Hanya saja, kerikil memiliki pori-pori makro lebih banyak daripada pasir. Kerikil sering digunakan sebagai media untuk budi daya tanaman secara hidroponik. Penggunaan media ini akan membantu peredaran larutan unsur hara dan udara serta pada prinsipnya tidak menekan pertumbuhan akar. Namun, kerikil memiliki kemampuan mengikat air yang relatif rendah sehingga mudah basah dan cepat kering jika penyiraman tidak dilakukan secara rutin.

Seiring kemajuan teknologi, saat ini banyak dijumpai kerikil sintesis. Sifat kerikil sintesis cenderung menyerupai batu apung, yakni memiliki rongga-rongga udara sehingga memiliki bobot yang ringan. Kelebihan kerikil sintesis dibandingkan dengan kerikil biasa adalah kemampuannya yang cukup baik dalam menyerap air. Selain itu, sistem drainase yang dihasilkan juga baik sehingga tetap dapat mempertahankan kelembapan dan sirkulasi udara dalam media tanam.

4. Pecahan batu bata

Pecahan batu bata juga dapat dijadikan alternatif sebagai media tanam. Seperti halnya bahan anorganik lainnya, media jenis ini juga berfungsi untuk melekatkan akar. Sebaiknya, ukuran batu-bata yang akan digunakan sebagai media tanam dibuat keeil, seperti kerikil, dengan ukuran sekitar 2-3 em. Semakin keeil ukurannya, kemampuan daya serap batu bata terhadap air maupun unsur hara akan semakin balk. Selain itu, ukuran yang semakin keeil juga akan membuat sirkulasi udara dan kelembapan di sekitar akar tanaman berlangsung lebih baik.

Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan media tanam
ini adalah kondisinya yang miskin hara. Selain itu, kebersihan dan kesterilan pecahan batu bata yang belum tentu terjamin. Oleh karena itu, penggunaan media ini perlu ditambahkan dengan pupuk kandang yang komposisi haranya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

Walaupun miskin unsur hara, media pecahan batu bata tidak mudah melapuk. Dengan demikian, pecahan batu bata cocok digunakan sebagai media tanam di dasar pot karena memiliki kemampuan drainase dan aerasi yang baik. Tanaman yang sering menggunakan pecahan batu bata sebagai media dasar pot adalah anggrek.

5. Spons (floralfoam)

Para hobiis yang berkecimpung dalam budi daya tanaman hias sudah sering memanfaatkan spans sebagai media tanam anorganik. Dilihat dari sifatnya, spans sangat ringan sehingga mudah dipindah-pindahkan dan ditempatkan di mana saja. Walaupun ringan, media jenis ini tidak membutuhkan pemberat karena setelah direndam atau disiram air akan menjadi berat dengan sendirinya sehingga dapat menegakkan tanaman.

Kelebihan lain dari media tanam spans adalah tingginya daya serap
terhadap air dan unsur hara esensial yang biasanya diberikan dalam bentuk larutan. Namun, penggunaannya tidak tahan lama karena bahannya mudah hancur. Oleh karena itu, jika spans sudah terlihat tidak layak pakai (mudah hancur ketika dipegang), sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya tersebut, spans sering digunakan sebagai media tanam untuk tanaman hias bunga potong (cutting flower) yang penggunaannya eenderung hanya sementara waktu saja.

6. Tanah liat

Tanah liat merupakan jenis tanah yang bertekstur paling halus dan lengket atau berlumpur. Karakteristik dari tanah liat adalah memiliki poripori berukuran keeil (pori-pori mikro) yang lebih banyak daripada pori-pori yang berukuran besar (pori-pori makro) sehingga memiliki kemampuan mengikat air yang eukup kuat. Pori-pori mikro adalah pori-pori halus yang berisi air kapiler atau udara. Sementara pori-pori makro adalah pori-pori kasar yang berisi udara atau air gravitasi yang mudah hilang. Ruang dari setiap pori-pori mikro berukuran sangat sempit sehingga menyebabkan sirkulasi air atau udara menjadi lamban.

Pada dasarnya, tanah liat bersifat miskin unsur hara sehingga perlu dikombinasikan dengan bahan-bahan lain yang kaya akan unsur hara. Penggunaan tanah liat yang dikombinasikan dengan bahan-bahan lain seperti pasir dan humus sangat cocok dijadikan sebagai media penyemaian, eangkok, dan bonsai.

7. Vermikulit dan perlit

Vermikulit adalah media anorganik steril yang dihasilkan dari
pemananasan kepingan-kepingan mika serta mengandung potasium dan H’,lum. Berdasarkan sifatnya, vermikulit merupakan media tanam yang memiliki kemampuan kapasitas tukar kation yang tinggi, terutama dalam keadaan padat dan pada saat basah. Vermikulit dapat menurunkan berat jenis, dan meningkatkan daya serap air jika digunakan sebagai campuran media tanaman. Jika digunakan sebagai campuran media tanam,

vermikulit dapat menurunkan berat jenis dan meningkatkan daya absorpsi air sehingga bisa dengan mudah diserap oleh akar tanaman.

Berbeda dengan vermikulit, perlit merupakan produk mineral berbobot ringan serta memiliki kapasitas tukar kation dan daya serap air yang rendah. Sebagai campuran media tanam, fungsi perlit sama dengan Vermikulit, yakni menurunkan berat jenis dan meningkatkan daya serap air.

Penggunaan vermikulit dan perlit sebagai media tanam sebaiknya dikombinasikan dengan bahan organik untuk mengoptimalkan tanaman dalam menyerap unsur-unsur hara.

8. Gabus (styrofoam)

Styrofoam merupakan bahan anorganik yang terbuat dari kopolimer
styren yang dapat dijadikan sebagai alternatif media tanam. Mulanya, styrofoam hanya digunakan sebagai media aklimatisasi (penyesuaian diri) bagi tanaman sebelum ditanam di lahan. Proses aklimatisasi tersebut hanya bersifat sementara. Styrofoam yang digunakan berbentuk kubus jengan ukuran (1 x 1 x 1) cm.

Sekarang, beberapa nursery menggunakan styrofoam sebagai campuran media tanam untuk meningkatkan porousitas media tanam. Jntuk keperluan ini, styrofoam yang digunakan dalam bentuk yang sudah dihancurkan sehingga menjadi bola-bola kecil, berukuran sebesar biji kedelai. Penambahan styrofoam ke dalam media tanam membuatnya
mennjadi riangan. Namun, media tanam sering dijadikan sarang oleh semut.

Sumber: http://www.kebonkembang.com

Hari sabtu, tanggal 14 Nopember yang lalu saya di-sms seseorang yang ingin membeli hidrogel. Karena rumahnya dekat dengan rumah saya, kita janjian untuk bertemu.

Ternyata orang ini adalah seorang penjual bunga. Kebetulan ketika saya di sana, ada rekan penjual bunga lain yang berkunjung. Ada satu pertanyaan menarik dari rekan si penjual bunga ini, orang ini mengatakan belum pernah tahu apa itu hidrogel, dan dia tanya semenarik apakah hidrogel ini?

hidrogel bulat warna biru di tangan

hidrogel bulat warna biru di tangan

Saya sendiri sulit untuk menjawab secara pas pertanyaan tersebut, tetapi gambaran saya adalah bagi siapapun yang belum pernah melihat hidrogel ini, pasti akan terpana, pasti akan kaget dan tidak percaya bahwa ada media tanam hidroponik seperti ini.

Biasanya media tanam hidroponik adalah berasal dari bahan – bahan alamiah juga, seperti sabut kelapa, kerikil dan sebagainya, sehingga tidak cocok di letakkan di atas meja. Tetapi hidrogel ini justru sangat indah jika diletakkan di atas meja rumah, karena bentuknya yang indah, berkilauan dan sangat bersih.

Penjual bunga tersebut akhirnya memutuskan untuk mencoba untuk ikut menjual hidrogel.

Foto ini adalah foto kreasi istri saya. Istri saya membeli pot kaca di toko pecah belah dengan harga sangat murah, dengan diameter pot kurang lebih 11 cm dan tinggi pot 13 cm. Pot ini diperoleh dengan harga kurang lebih cuma 6 ribu rupiah. Pot ini memang sangat sederhana tetapi sangat cukup untuk digunakan sebagai pot yang akan diisi dengan hidrogel.

Foto012 copy

hidrogel yang dipakai adalah hidrogel bulat warna pink, tetapi karena diganggu anak, sehingga ada satu atau dua butir warna kuning yang ikut masuk ke pot. Dengan pot sebesar tersebut di atas, dibutuhkan hanya sekitar 3-4 gram hidrogel (setengah bungkus).

istri saya memilih menggunakan bunga sansiviera sebagai bunga hidupnya. Jadilah sekarang bunga ini menjadi penghias teras rumah. Bagi saya pribadi ini sangat menarik dan cukup unik. Kreatif juga istri saya.

Ada salah persepsi antara saya dengan Bapak Suryadi dari Pekanbaru. Bapak Suryadi memesan hidrogel, menurut penegrtian saya, yang dimaksud adalah hidrogel kristal, sehingga waktu komunikasi saya berikan hidrogel harga hidrogel kristal.

Setelah barang diterima oleh Bapak Suryadi, ternyata yang dimaksud oleh Bapak Suryadi adalah hidrogel bulat, oleh karena itu barang dikembalikan lagi kepada saya untuk ditukar dengan yang bulat.

Saya beritahukan bahwa harga kristal dan bulat berbeda sehingga membutuhkan penyesuaian harga dan jumlah barang. Setelah melalui komunikasi via sms dan telpon, akhirnya sepakat untuk diganti hidrogel kristal dengan bulat.

Oleh karena itu, bagi semua yang akan memesan hidrogel, harap dicantumkan jenis permintaan hidrogelnya, apakah ingin bulat atau ingin kristal agar kejadian seperti di atas tidak terulang kembali.

Untuk Bapak Suryadi di Pekanbaru, saya mohon maaf karena salah mengerti akan maksud Bapak dan terima kasih telah  melakukan order hidrogel kepada kami. Dan saat ini semua kesalahpahaman telah diselesaikan dengan baik.

Ada beberapa orang mengirim sms kepada saya menanyakan perihal perbedaan antara hidrogel bulat dan kristal, sebenarnya keduanya sama, yang membedakan bentuknya saja. Yang berbentuk bulat bentuknya seragam, bulat – bulat semua, jika sudah direndam ke dalam air akan berubah menjadi seperti kelereng, tetapi dengan tekstur kenyal dan berwarna sangat cerah mengkilap, makanya seringkali anak – anak keliru menganggap seperti permen jelly.


Sementara yang kristal bentuknya tidak beraturan, jika masih kering ukurannya seperti butiran garam atau gula pasir, tetapi ukurannya relatif lebih besar ( sekitar dua kali lipat) dari kristal gula pasir. Setelah direndam ke dalam air, bentuknya akan menjadi seperti kerikil kecil dengan diameter kurang lebih 1-2 cm, warnanya juga sangat cerah mengkilap.

Bentuk apa yang lebih diminati orang? Kebanyakan orang lebih suka yang bulat karena bentuknya yang seragam dan nyaris seperti kelereng sehingga lebih bisa menarik perhatian orang yang melihatnya. Tetapi tidak sedikit juga yang menyukai hidrogel kristal, karena bagi tanaman, bentuk kristal akan bisa memenuhi ruang – ruang kosong yang ada di dalam vas bunga, bunga akan bisa hidup lebih baik di dalam hidrogel kristal. Di dalam vas bunga, karena hidrogel kristal bisa memenuhi ruang – ruang kosong, maka vas bunga akan tampak penuh dan masif.

Tetapi dari kedua bentuk tersebut, kedua – duanya bisa melengkapi keindahan ruangan yang kita tempati dan bisa memberikan kesan lain dari pada yang lain. Oleh karena itu, bagi yang belum pernah mencoba hidrogel sebagai media tanam, bisa membaca – baca artikel – artikel di blog ini sebelum memutuskan untuk membeli.

Berikut ini dua contoh bunga Sri rejeki (tempat lain nama bunga ini belum tentu Sri Rejeki) yang ditanam pada media hidrogel. Satu ditanam pada media hidrogel yang warnanya disesuaikan dengan warna daunnya dan satunya lagi dibuat sangat kontras dengan warna daunnya.

bunga

bunga1

Selera masing – masing orang sangat berbeda. sehingga mana yang anda pilih, semuanya terserah anda.

Saya punya pengalaman agak unik dengan red sumatra dan hidrogel ini. Beberapa waktu  yang lalu, adik datang ke rumah dengan mengajak temannya. Kebetulan saya temui di  teras rumah yang di mejanya ada red sumatra yang di tanam pada media hidrogel.

Sambil bicara, temannya adik tersebut berkali kali menyentuh daun dan pot di meja. Saya diamkan saja, sampai kemudian (mungkin karena sudah merasa tahu jawabannya) dia  bilang, “Eh, saya kira ini bunga beneran”.

Saya jawab, “kalau bukan bunga beneran, lalu bunga apa?”. Dia kira bahwa bunga ini bunga plastik, apalagi ditanam di pot yang tidak ada tanahnya sama sekali, diletakkan  di atas meja lagi. sangat bersih dan pantas diletakkan di atas meja.

Rupanya teman adik saya tadi benar – benar tertipu dengan penampilan bunga di atas meja. Dia mengira bahwa yang di atas meja adalah bunga plastik dan hanya mainan saja.  Apalagi setelah dia menyentuh media tanamnya, yaitu hidrogel. Sambil dipegang –  pegang, dia berkali – kali menanyakan,”Apa ini?”

Saya jawab hidrogel.

Mungkin anda sendiri juga akan tertipu dengan penampilan hidrogel tersebut. Karena sangat eksotis dan sangat menarik.

Bunga red sumatra yang terkenal karena keindahan daunnya di tanam pada media hidrogel, sengaja dipilih warna yang relatif senada dengan warna daun dari red  sumatra agar nampak matching. Nampak sangat indah dan sangat menarik.

redsumatra

Tetapi yang harus diingat bahwa, dalam penanaman red sumatra pada media hidrogel, pada saat penirisan setelah hidrogel di rendam, harus benar – benar tiris, jangan  sampai ada genangan air sedikitpun yang tersisa di pot. Hal ini untuk menghindari  pembusukan akar karena terlalu lembabnya kondisi di dalam pot.

Komentar Terakhir

Ummu Zubair di CARA PEMESANAN
martha verawaty di Tentang Kami
martha verawaty di Tentang Kami
Ummu Zubair di CARA PEMESANAN
Amir di Pesan dan Beli Disini !

Kumpul Blogger




Bidvertisers

Tulisan Teratas

Blog Stats

  • 29,209 hits

Counter

Anda pengunjung ke:
Free Web Counter
Web Counter

Page Rank